Kadang2 kita heran dengan munculnya kealiman yang tiba2 dari sebagian orang di tengah wabah dengan nasihat2 yang terkesan bijak tapi tak berdasar. Padahal agama sudah mengatur semuanya, tapi mereka tetap memilih jalannya sendiri dengan alasan keyakinan itu datang dari Tuhan.
Soal wabah Corona yang saat ini menyebar begitu cepat misalnya, pemerintah sudah mengeluarkan amaran menghindari keramaian (termasuk salat di masjid di wilayah tertentu, misalnya), tapi ada sebagian orang yang tetap mempertahankan prinsip masing2 tanpa dilandasi oleh pengetahuan dengan dalih kesalehan atau tepatnya "sok saleh" atau sekurang2nya agar dianggap saleh.
Orang2 semacam ini cenderung menganggap diri dan tindakannya sebagai wujud kesalehan di tengah "kepanikan" orang2 yang dianggapnya "tidak saleh."
Dengan bermodal keyakinan bahwa dirinya adalah sosok saleh lalu dia menafikan ancaman wabah (yang Nabi dan Tuhan sendiri menyuruh menghindarinya) tanpa melakukan ikhtiar apa pun.
Benar bahwa masjid adalah tempat paling aman, tapi jika ancaman wabah terus meluas sehingga para pengidap sulit dideteksi, maka melakukan salat di masjid dengan jumlah jamaah yang cukup ramai (salat Jumat misalnya) tentu tidak perlu dipaksakan demi kemaslahatan. Kecuali salat lima waktu yang jumlah jamaahnya terbatas dan mudah dikenali (karena jamaah lima waktu biasanya orang2 yang sama dan jarang ada jamaah baru, apalagi Subuh).
Uniknya lagi, jika diperiksa dengan saksama, orang2 seperti itu biasanya tidak pernah tampak batang giginya di masjid ketika keadaan normal. Tapi mereka justru mengerumuni masjid ketika bala dan musibah datang, seperti tsunami misalnya, sampai ada yang "salat" di atap masjid.
Tuhan sudah berikan kita akal dan Nabi sudah ajarkan semuanya. Jadi baiknya akal itu dipakai dan ajaran itu dipelajari. Alim boleh, tapi jangan tiba2.
Sok Alim di Tengah Ancaman Wabah
Reviewed by Khairil Miswar
on
8:10 AM
Rating:
No comments: